Padepokan "GADUNGMERAH" Virtual

Padepokan Ini Telah Berubah Menjadi www.padepokanvirtual.com

Nabi Musa Menampar Malaikat Maut?!

Posted by seq13 on March 23, 2009

Dalam sebuah hadits qudsi yang diriwayatkan oleh Buchari, bahwa “telah datang kepada Nabi Musa, Malaikat Maut, bermaksud mencabut nyawanya. “Assalamu’alaikum…wahai hamba yang saleh…Musa menjawab “wa’alaikum salam…”Kami datang hendak mencabut nyawa engkau. “Siapa menyuruh engkau datang kepadaku”, tanya nabi Musa. Tuhanku yang telah mengutusku. Setelah mendengar jawaban itu, Nabi Musa langsung menampar “pipi” Malaikat Maut, dan Malaikat pun berdarah. Kemudian, tanpa menunggu waktu, Malaikat Maut kembali ke Tuhannya, dan menyampaikan kejadian yang dialaminya, mendengar laporan itu, Tuhan bertanya kembali kepada Malaikat Maut, mengapa kamu datang kepada hambaku yang saleh?”

Cuplikan dialog di atas, menggambarkan dan menuntut pikiran kita terhadap ilustrasi Malaikat Maut. Mengapa Malaikat dapat ditampar? Bagaimana bentuk Malaikat? Apakah maut dapat ditahan/dihindari? Penamparan yang dilakukan Nabi Musa membawa kita agar berpikir kembali terhadap pemikiran yang selama ini dibangun dalam benak pikiran terdalam tentang Malaikat Maut. Gambaran sederhana yang terjadi tentang Malaikat Maut, menyeramkan?!

Malaikat Maut, semenjak sekarang, harus dikenal dengan baik, sehingga ketika datang–nanti, misalkan–kita sudah mengenalnya dengan baik. Kalau sudah kenal, segala hal apapun, termasuk kematian yang merupakan tugas utamanya, dapat dinegosiasikan. Namun, celakanya sampai detik ini, sedikit yang mengetahui hakikat dari kematian, terlebih Malaikat Maut. Para ulama jarang menyampaikan informasi ini dengan tepat. Mengapa demikian? Pertama, kemungkinan seorang ustadz tidak mengetahui secara pasti terhadap eksistensi Malaikat Maut, hanya mengetahui dari cerita-cerita yang ada di kitab dan buku-buku lain. Kedua, kemungkinan seorang ustadz tidak menerima informasiyang benar tentang Malaikat Maut dari pengajaran yang diterimanya dari guru-gurunya. Ketiga, kemungkinan informasi ini hanya disampaikan pada kesempatan tertentu. Hanya orang-orang pilihan/tertentu yang dapat mengakses informasi penting ini.

Kematian tidak akan dikenal dengan benar dan tepat, tanpa menemukan seorang Guru Suci yang sering disebut sebagai MURSYID/GURU SEJATI. Dari diri-Nya, kita mengetahui secara pasti kedudukan kematian dan Malaikait Maut itu sendiri. Sudahkah Anda temukan mereka?

Kematian harus dikenal semenjak sekarang, sehingga bersahabat dengan baik. Bukankah, Nabi Muhammad bersabda, “matilah engkau, sebelum engkau mati”. Artinya, kenalilah kematian sebelum kematian itu menghampirimu. Ketika kematian datang, engkau (kita) melihatnya, namun kebanyakan orang tidak mengetahuinya. Mengapa? (ikuti lanjutannya pada bagian kedua)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: