Padepokan "GADUNGMERAH" Virtual

Padepokan Ini Telah Berubah Menjadi www.padepokanvirtual.com

Guru Ching Hai

Posted by seq13 on June 8, 2009

Ching Hai
Keajaiban Guru
Saat-Saat Paling Mengherankan dalam Hidup —
Bersua dengan Tubuh Jelmaan Guru
Percakapan antara Maha Guru Ching Hai dan Para Inisiat pada |Acara Minum Teh, Center Florida, AS, 12 Mei 2002
(Asal dalam Bahasa Cina)

Semakin kita berlatih Metode Quan Yin, semakin kuat kita jadinya. Tapi para inisiat baru tak sanggup menahan berkah Tuhan yang terlalu banyak sekaligus, jadi tak apalah mereka bermeditasi hanya dua hingga tiga jam sehari, dan segera nantinya dapat duduk lebih lama. Ada yang bisa bermeditasi delapan jam, atau delapan belas jam, atau malah dua puluh empat jam sehari setelah berlatih lama. Tapi inisiat baru tak bisa berlatih begitu banyak; jika tidak, akan ada masalah karena mereka tak bisa menahan kuasa Tuhan yang begitu besar. Walau memang kekuatan ini adalah milik kita pada mulanya, bisa menjadi masalah kalau kita tidak menyesuaikan diri kita dengan benar sewaktu menerima kekuatan yang sangat besar secara tiba-tiba. Karena itulah saya beritahu kalian, baik-baik saja bermeditasi hanya dua hingga tiga jam sehari. Setengah hingga satu jam adalah cukup bagi praktisi Metode Kemudahan. Bukannya “semakin tamak” kalian berlatih, semakin baik kalian jadinya. Tentu saja, lebih banyak berlatih itu menolong, tapi kalian masih perlu waktu.

Beberapa praktisi rohani agung di Himalaya berlatih sepanjang hari. Mereka bermeditasi delapan atau delapan belas jam sehari, maka kuasa gaib mereka kuat. Mereka bisa muncul dan hilang dalam sekejap sebelum kalian menyadarinya. Tentu saja, itu adalah bentuk Cahaya batin mereka. Terkadang kita bisa menyentuh bentuk penampakan ini, sebagaimana kita menyentuh suatu tubuh fisik. Cobalah pada orang di sebelah kalian. (Guru dan hadirin tertawa) Mungkin itu adalah tubuh jelmaan. (Tertawa) Para praktisi itu sangat tinggi tingkatnya, jadi mereka punya jelmaan yang tak terhitung. Itu hanyalah suatu hasil latihan yang terus menerus.

Bagaimana terjadinya? Tubuh kita dan sel-sel dalam tubuh berevolusi, dan begitu juga jiwa kita. Kebanyakan orang perlu jutaan tahun untuk naik ke tingkat ini pada sistem sirkulasi yang alami. Tapi, dengan Metode Qan Yin, hanya perlu dua hingga tiga minggu untuk mencapai tingkat yang bagi orang biasa untuk mencapainya perlu beberapa kali kehidupan untuk berlatih. Sesungguhnya, ini bukanlah latihan rohani yang sebenarnya; melainkan hanyalah terlibat dalam sistem sirkulasi alam semesta. Biasanya, mereka yang tidak berlatih Metode Quan Yin, tapi melakukan amal, menjaga sila, dan menjadi orang baik, bisa mencapai tingkat ini hanya setelah jutaan tahun.

Metode Quan Yin meliputi pengolahan rohani, menjaga sila, memurnikan tubuh, ucapan dan pikiran kita serta bermeditasi pada Cahaya dan Suara batin; supaya kita bisa mengangkat diri kita terhadap seluruh sistem evolusi. Umat manusia asalnya kasar. Sel-sel dan otak semuanya kasar. Mereka harus berevolusi secara bertahap untuk jadi manusia yang berakal, memiliki kekuatan gaib dan rohani; bukannya kekuatan gaib yang nampak, tapi semacam “berbuat tanpa melakukan”. Semakin kita berlatih metode ini, semakin tinggi kita mengembangkan diri kita, dan kita menjadi makhluk yang semakin tinggi. Kita akan maju dengan sangat cepat dalam sistem evolusi.

Ketika manusia muncul pertama kalinya di planet ini di masa yang sangat lampau, beberapa tampak bagaikan gorila, tidak hanya pada penampilan, tapi pada pemikiran dan kelakuan juga. Di masa itu, manusia tak bisa melakukan banyak hal dan secara bertahap berkembang seperti sekarang ini. Kalau kita berlatih Metode Quan Yin, tingkat kita bisa melompati beberapa tingkat, tanpa menanti jutaan tahun untuk berevolusi.

Metode Quan Yin bukanlah mistik ataupun khayalan.Secara sederhana kita punya suatu sistem di dalam diri kita yang membuat kita maju. Walaupun kita tidak mempercepatnya, ia tetap akan maju secara otomatis, hanya secara perlahan. Metode Quan Yin mempercepat sistem ini. Karenanya, waktu pertama kali kita melatihnya, kita tak bisa berlatih sangat banyak; dua hingga tiga jam sehari cukuplah.

Para praktisi di Himalaya berlatih sepanjang hari, dan mereka terus menerus dalam keadaan samadhi; jadi, mereka punya kekuatan gaib yang hebat. Mereka menjelma, muncul dan hilang, dan kita tak pernah bisa menahan mereka! Beberapa inisiat kita juga telah melihat bentuk Cahaya Guru dalam meditasi mereka atau di rumah. Terkadang bentuk jelmaan Guru berbicara pada mereka. Mereka melihatNya bukan saja melalui penglihatan batin, tapi juga sewaktu mata mereka terbuka, sebagaimana saya melihat kalian sekarang. Mereka malah bisa menjabat tanganNya. Tapi bentuk Guru begini tidak muncul berlama-lama. Tentu saja, bentuk jelmaan Guru bisa tinggal, tapi tidak perlu begitu. Dan bentuk Guru semacam ini hanya bicara beberapa patah kata dan lalu pergi. Para inisiat ini sebenarnya mengalami hal semacam ini karena mereka telah berlatih Metode Quan Yin banyak kali masa kehidupan atau telah berlatih sangat tekun pada kehidupan kini.

Sayang sekali kalau kita tidak melatih metode ini! Semakin banyak kita berlatih, semakin agung kita jadinya. Kalau kita sungguh tahu manfaat dari berlatih metode ini, terkadang kita ingin melupakan seluruh dunia, dan menyembunyikan diri kita di tempat rahasia untuk berlatih rohani. Di dalam diri kita ada banyak kekuatan potensial yang belum kita kembangkan. Di dunia ini, kita tak berdaya dan menjalani kehidupan bagaikan pengemis. Tapi tak mengapa. Kita bisa melakukan perlahan-lahan. Barangkali setelah beberapa kali kehidupan dari sekarang kekuatan gaib kita akan tumbuh besar!

Pernahkah kalian baca kisah Yogananda (seorang suci India di abad ke dua puluh)? (Hadirin: Ya.) Gurunya Babaji seringkali datang dan pergi, dan murid-muridNya tak pernah bisa menahanNya. Terkadang Babaji datang ke rumah seorang murid dan lalu lenyap, dan si murid barangkali menyangka Gurunya telah pergi. Karena Babaji bisa menyembunyikan diriNya dalam angin, hujan, matahari dan udara, kalian tak pernah akan bisa menahanNya karena Ia telah berlatih begitu lama! Guru-Guru itu sangat berbeda dari orang biasa. Mereka terbang bukannya berjalan. Terkadang mereka malah tidak peduli untuk terbang – mereka menyembunyikan diri dalam udara dan hilang. Kita harus punya cukup pahala untuk melihat bentuk jelmaan mereka.

Beberapa rekan inisiat kita telah juga melihat bentuk jelmaan serupa ini. Saya pernah mendengar cerita-cerita tentang orang melihat bentuk jelmaan saya. Benar? (Ya.) Anda melihatnya? Apakah dalam bentuk Cahaya batin atau fisik Guru? (Saudari A: Nampaknya seperti tubuh manusia, kecuali ia tidak bicara.) Mungkin Anda belum berevolusi hingga tingkatan yang mampu bercakap dengannya. (Guru dan hadirin tertawa.) Ini sudah sangat bagus! Berlatih lebih banyak dan bentuk jelmaan Guru akan bicara denganmu. (Guru dan hadirin tertawa.) Bisakah Anda menyentuhnya? (Saudari A: Bentuk jelmaan Guru berpaling dan tersenyum pada saya. Kami sedang naik bis bersama-sama.) Naik bis bersama? Malangnya saya! (Tertawa) Mungkin saya punya terlalu banyak murid waktu itu, dan saya tak punya uang! (Guru dan hadirin tertawa.) Ceritakan kisah itu lagi, karena mereka tak pernah mendengar cerita itu dan tidak mengerti apa yang kita tertawakan.

Saudari A: Terjadinya delapan tahun lalu. Saya berada dalam bis lokal Hsinchu ketika melihat Guru. Guru duduk berhadapan dengan saya, hanya satu bangku jauhnya. Tapi saya tidak mengenal Guru waktu itu. Waktu bis melewati Chungli, dan sampai di Lungtan, Guru turun dari bis, dan Guru berpaling dan tersenyum pada saya setelah menyeberangi jalan. Saya berpikir, “Mengapa, orang ini membuat saya merasa nyaman!” Esoknya, saya melihat sebuah poster di tempat yang sama, menyebutkan bahwa seorang Guru dari Himalaya akan memberikan ceramah. Setelah itu baru saya sadari bahwa orang yang saya lihat kemarin adalah Guru di poster itu.

Guru: Mungkin Ia sedang naik bis ke tempat ceramah waktu itu. (Guru dan hadirin tertawa.)

Saudari A: Saya kira begitu. Tapi belakangan seorang saudari yang berdekatan mengatakan bahwa Guru sedang retret; selain itu juga Ia takkan bepergian sendirian.

Guru: Benar, saya tidak mengingat pernah naik bis di Formosa, tapi mungkin Ia tak punya uang waktu itu! (Tertawa) Atau barangkali Ia melakukannya secara sembunyi-sembunyi, dan tidak memberitahu saya. (Guru tertawa.) Beberapa orang yang bukan inisiat juga melihat bentuk jelmaan Guru di rumah mereka, tapi setelah itu mereka menjadi rekan inisiat.

Saudari B: Sekitar tujuh atau delapan tahun lalu, begitu sampai di rumah, orang yang kos di rumah saya berkata, “Sayang Anda tidak di rumah – Guru Anda berada disini! (Tertawa) Ia menanyai saya, “Apakah Anda lapar? Sudahkah Anda makan?” Dan saya katakan, “Saya tidak lapar. Saya tak ingin makan.” Lalu Guru berkata, “Anda harus makan. Mari, saya cucikan beras dan memasaknya bagi Anda.” Guru Anda sungguh berkuasa! Ia bahkan tahu dimana Anda menyimpan beras!”” (Hadirin tertawa.) Orang kos itu mengatakan bahwa ia tidak mengganggu Guru sewaktu memasak, dan menambahkan, “Sayang sekali Anda tidak pulang pada waktunya.” Ia sama sekali tak menyadari bahwa ia telah melihat bentuk jelmaan Guru!

Guru: Sayang sekali bahwa ia tidak memakan nasi yang dimasak Guru. Anda tidak melihatnya sendiri?

Saudari B: Tidak. Saya sudah sangat bahagia bahwa Guru datang ke rumah saya!

Saudari C: Guru, yang berikut ini bukanlah pengalaman pribadi saya, tapi sebuah kisah yang diceritakan oleh seorang saudari inisiat. Tetangganya berusia lebih delapan puluh tahun waktu meninggal baru-baru ini. Sebelum meninggal, saudari inisiat itu menunjukkan padanya foto Guru, yang mengingatkannya pada sesuatu yang terjadi sekitar empat puluh atau lima puluh tahun sebelumnya, ketika ia direkrut oleh tentara Jepang dan dikirim ke Manila, Filipina. Perahu yang membawanya ke Manila tenggelam ke dasar laut waktu melintasi suatu parit samudera yang sangat dalam. Dari kedalaman laut, ia melihat bentuk jelmaan Guru datang menolongnya, dan karena itu terhindar dari tenggelam. Waktu melihat foto Guru pada sampul buku Kata-Kata Mutiara Guru, ia temukan bahwa Wanita di foto itu persis seperti orang yang menolongnya bertahun-tahun lalu. Ia sangat bersyukur pada Guru karena telah menyelamatkannya.

Saudari D: Guru, ayah mertua saya suatu ketika memberitahu saya bahwa ketika di rumah sakit, ia melihat Guru datang menjenguknya. Waktu itu Guru berpakaian putih dan menanyainya, “Tahukah Anda siapa saya?” Dan ia menjawab, “Anda hanyalah seorang ibu tua!” (Tertawa) Guru lalu menjawab, “Lihatlah lagi, dengan teliti.” Lalu ia berpikir sendiri, “Wah, mungkin Ia adalah guru anakku – Guru Ching Hai!” Lalu Guru berkata, “Jagalah kesehatan Anda; Anda akan baik-baik saja.” Mendengar ini, ia begitu bahagia dan tersentuh hingga iapun menangis, dan Guru segera menghilang. Esoknya, ayah mertua saya menerima telpon dari kami, memberitahunya bahwa kami akan datang menjemputnya dan ia bisa tinggal bersama kami. Ia sangat gembira. Terima kasih Guru!

Saudari E: Lebih sepuluh tahun lalu, saya mengunjungi seorang teman dan tersesat pulang. Saya tersesat lama sekali dan masih tak bisa menemukan arah pulang yang benar. Kemudian saya lihat Guru di depan saya, kelihatan sama seperti di foto dimana Guru berpakaian sebagai Bodhisattva Kwan Im (Dewi Welas Asih)! Saya lalu mengikuti arah dari bentuk jelmaan Guru, dan menemukan jalan pulang!

Guru: Hebat!

Saudari E: Belakangan saya membeli sebuah foto itu. (Guru dan hadirin tertawa.) Setelah pengalaman itu, Guru mengenakan pakaian yang saya lihat dalam pengalaman saya.

Guru: Foto saya dalam pakaian putih membimbing Anda pulang?

Saudari E: Ya!

Guru: Masih banyak orang yang punya pengalaman! Apa yang sedang kita bicarakan adalah bentuk jelmaan Guru yang bisa bicara kepada Anda secara fisik. Itu situasi khusus, dan bukannya seperti yang kalian lihat dalam meditasi. Apa yang kalian lihat dalam meditasi adalah suatu penglihatan batin. Apa yang kita bicarakan disini adalah bentuk jelmaan Guru sedang berkomunikasi dengan orang di alam dunia fisik, dan ini berbeda dari apa yang kalian lihat dalam meditasi. Dalam hal ini, Guru datang dari atas untuk menjumpai Anda. Tapi waktu melihat Guru dalam meditasi kalian, itu artinya kalian telah terangkat naik ke dimensi yang lebih tinggi. Kalau kalian melihat Guru dengan kedua mata kalian terbuka, itu berarti bahwa Guru telah turun untuk berkomunikasi dengan kalian di dunia ini. Guru yang kalian lihat sekarang tidak “naik” ataupun “turun”. Itu disebut tingkatan “Acara Mimum Teh”. (Guru dan hadirin tertawa.)

Saudara A: Saya punya dua cerita, tapi bukan tentang pengalaman saya sendiri. Yang pertama adalah pengalaman keponakan istri saya. Waktu ibu mertua saya baru diinisiasi, suatu hari ia membawa cucu lelakinya ke Taman Ria Taipei. Di sana, anak itu berkata bahwa ia ingin pergi ke kamar mandi, jadi ibu mertua saya berjalan-jalan sementara ia di dalam. Setelah selesai dari kamar mandi, si anak tak bisa menemukan neneknya, jadi iapun ketakutan. Di saat itu, ia tahu bahwa ia tak boleh menangis karena ia takut dibawa pergi orang jahat karena kalau ia menangis, orang akan tahu bahwa ia tersesat.

Guru: Berapa usia anak itu?

Saudara A: Kira-kira empat atau lima tahun. Sewaktu anak itu sedang ketakutan, Guru datang dan bicara padanya, “Ikuti aku, dan jangan menangis!” Ia mengikuti dekat di belakang Guru dan menemukan neneknya setelah mereka melewati dua tempat. Lalu ia beritahu neneknya, “Saya baru saja melihat Guru. Guru membawa saya pada nenek.” Ini yang pertama kali saya mendengar jelmaan Guru nampak di dekat rumah kami. Sebelumnya saya hanya diuji dan dibangunkan oleh Guru dalam mimpi saya. (Guru dan hadirin tertawa.)

Kisah lainnya adalah tentang pengalaman seorang saudari inisiat di Hsinchu. Suatu hari sebelum diinisiat, ia belanja makanan di pasar, dimana seorang biarawati kecil memberinya sebuah buklet, dan memberitahunya untuk mengikuti ceramah. Ketika melihat buklet itu, ia berpikir, “Wah, bukankah orang di foto ini adalah biarawati yang memberiku buklet?” (Tertawa) Tapi ia tak bisa menemukan Guru ketika ia berpaling. Guru tidak saja muncul di hadapannya, tapi juga bicara padanya. Tentu saja, belakangan ia diinisiasi.

Guru: Kerja kalian belum cukup sempurna! Kalian lihat, saya harus membagikan buklet sendiri! (Tertawa) Pemalas! Kalian kehilangan seorang murid saya dan saya harus mencarinya sendiri! Lihat, lebih baik saya bergantung pada diriku sendiri! (Guru dan hadirin tertawa.)

Saudari F: Anak saya telah acap kali berkomunikasi dengan Guru sejak ia masih kecil. Tapi saya berusaha tidak bertanya karena kami tidak seharusnya bertanya tentang pengalaman orang lain. Suatu ketika ia berlaku sangat aneh. Waktu saya bercakap dengan seorang inisiat, ia terus saja bersujud kesana kemari. Saya anggap aneh jadi saya tanyai ia, “Apa yang kau lakukan?” Dan katanya, “Guru datang!” Saya jawab, “Kalau Guru datang, bersujudlah hanya pada Guru!” Anak saya lalu berkata, “Tapi Guru terus bergerak!” (Tertawa) Dan saya menyahut, “Beritahu saya dimana Guru berada supaya saya tidak menubrukNya!” (Tertawa)

Waktu anak saya berumur dua atau tiga tahun, saya membawanya ke jembatan gantung di Taipei Bitan (danau terbesar di Taipei). Saya letakkan ia di jembatan dan berkata, “Duduk di sini. saya harus membeli sesuatu. Kalau ada orang jahat mau membawamu, berteriaklah pada ibu”. Ia menjawab, “Saya akan panggil Guru, bukannya ibu!” (Guru dan hadirin tertawa.) Di lain hari, saya dan anak saya pergi bersama beberapa inisiat. Saya melihat sebuah batu besar, dan memberitahu anak saya dan seorang inisiat kecil lain untuk berdiri di atasnya supaya saya bisa mengambil foto mereka. Untuk mengambil foto lebih baik, saya suruh mereka mundur sedikit. Setelah mengambil foto, saya datangi anak saya dan menyadari bahwa tepat di belakang batu itu adalah laut. Anak-anak itu berdiri di bagian pinggir batu dan hampir saja jatuh ke laut! Saya tanyai anak saya, “Mengapa kau tidak beritahu ibu?” Dan jawabnya, “Guru ada disini. Aku tidak takut!” Sekitar waktu itu, ia seringkali bicara tentang kedatangan Guru, dan kali ini saya tidak berharap bahwa Guru sungguh datang. Setelah foto diproses, kami bisa melihat bahwa tangan anakku kelihatannya tembus pandang, dan laut di belakangnya bisa terlihat melalui tangannya. Pemilik studio foto sangat heran dan bertanya, “Apa gerangan?”

Guru: Barangkali ada yang salah dengan film Anda. (Tertawa)

Saudari G: Tujuh atau delapan tahun lalu, suatu hari saya menyetir ke Pegunungan Yangming dan memberi tumpangan pada seorang ibu. Saya beri ia sebuah buklet Guru karena tampaknya ia seorang umat Budha. Waktu melihat buklet itu, ia berkata: “Wah, kelihatannya saya pernah melihat Guru ini sebelumnya!” Akhirnya, ia berkata bahwa beberapa kali waktu ia dan suaminya naik sepeda motor di jalan ke Center Yangming, mereka melihat seorang biarawati sedang ber-joging sepanjang jalan. Ibu itu berkata bahwa ia merasa aneh karena biarawati itu ber-joging bahkan di hari hujan, dan kelihatannya terlindungi dari hujan meskipun ia tidak mengenakan mantel hujan.

Waktu saya memberi tumpangan pada ibu itu pulang ke Wanli, mobil saya melewati Center Yangming dan ia menunjuk ke suatu tempat dan berkata, “Biarawati yang saya lihat menghilang disini, tapi saya tidak melihat adanya wihara!” Tempat yang ditunjuknya adalah lokasi Center, dimana Guru sebelumnya menetap. Tapi Guru sedang di luar negeri dan tidak sedang di Formosa pada waktu ibu itu melihatNya. Ibu itu lalu berkata, “Di kala terik ia ber-joging; di waktu hujanpun, ia masih ber-joging”. (Guru dan hadirin tertawa.) Berdua ia dan suaminya melihat hal itu. Lalu saya beri dia beberapa majalah Berita Guru dan sebuah buklet, dan bertanya bentuk Guru yang mana yang dia lihat. Katanya itu adalah pada versi lama buklet Guru, dimana Guru berpakaian seperti biarawati. Terima kasih Guru! (Hadirin bertepuk.)

Guru: Mengapa Anda berterima kasih pada saya? Saya hanya ber-joging. (Guru dan hadirin tertawa.) Orang berterima kasih pada saya hanya karena saya berolahraga. Percayakah kalian? (Guru dan hadirin tertawa.) Saya hanya merasa bosan di Pegunungan Yangming, karena mereka mengurung saya di sana, jadi saya harus ber-joging barang sebentar untuk mencari hawa segar! Jika bicara mengenai pengalaman-pengalaman kalian, takkan pernah bisa selesai! (Tertawa)

http://kontaktuhan.org/news/news136/i136.htm#3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: